Pencekalan Gramedia untuk buku saya : Berakhir !

Alhamdulillah, akhirnya aksi pencekalan oleh toko buku Gramedia terhadap buku saya, “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah pelurusan sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus” berakhir sudah.

Setelah beberapa waktu sebelumnya saya mendapat informasi dari seorang sahabat di Samarinda bila buku itu telah dipajang oleh pihak Gramedia berdampingan dengan buku kedua saya, “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminudin hingga Ahmad Musaddiq”.

War is over !

Bersyukur karena semua konsumen akhirnya dapat menemukan buku tersebut dengan hanya one stop shopping 🙂 mengingat, Gramedia kini juga hadir dibeberapa mall.

Bagi anda yang masih kesulitan mendapatkan buku  “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” silahkan untuk menghubungi saya melalui email di armansyah.skom@gmail.com

Terimakasih

Rekon dan Jnp

Iklan

Gramedia merubah kebijakan ?

Pagi 13-pebruari-2008 saya mendapat sms dari seorang sahabat (Sdr. Firdaus Noor) yang mengabarkan bahwa buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” ternyata sudah dipajang oleh toko buku Gramedia Samarinda.
Suatu hal yang cukup mengejutkan buat saya karena memang saya sendiri tidak mendapat informasi apa-apa dari pihak Penerbit (Restu Agung). Benarkah Gramedia sudah merubah kebijakan atas pencekalannya atas buku pertama saya itu ?

alt

Maka melalui milis_Iqra saya coba meminta bantuan pada semua sahabat untuk ikut mengevaluasi hal tersebut ditoko-toko buku Gramedia dikotanya masing-masing. Berikut tanggapan yang sudah masuk :
—————
Pak Agus Rasyidi :
Pak Armansyah, kalo di TM Bookstore Depok buku tersebut belum ada (terakhir saya kunjungi maksudnya). Padahal di sana, buku-buku baik Islam maupun umum ada disana, bahkan dgn jargon “toko diskon”, situsnya juga ada (coba aja google).
Kalau pihak Gramedia mengamati milis kita termasuk melihat di google, maka ada ketakutan sendiri dari segi omzet penjualan buku-buku yang mereka jual, kalau penyebaran informasi adanya diskriminasi Gramedia terhadap buku-buku Islam, khususnya terhadap konsumen dari kalangan muslim. Jadi apa yang terjadi di Samarinda, mungkin mereka (Gramedia) di sana punya pandangan seperti yang saya ungkapkan diatas.
Benar khan ?
wassalam / agus rasyidi
——————-
Aris Hardinanto (Fakta Malang)
Buku Rekonstruksi belum masuk Gramedia Malang…tapi Jejak nabi Palsu sudah masuk 2 toko buku besar yaitu gramedia (2 cabang gramedia) dan Toko Buku Toga Mas……
———
Dani Permana :
Minggu kemaren saya Ke Plaza Bintaro, buku pertama belum ada, Namun buku kedua ter-display di Bagian “New Release”.
Sedangkan kemaren saya ke Gramedia Pondok Indah Mall, kedua-duanya belum di ketemukan.
—————-
Saya sendiri menanggapi pak Agus Rasidi :
Bisa jadi Pak Agus Rasidi.Saya memang sudah mencoba mengoptimalkan penggunaan Internet, Google khususnya dalam penyebaran informasi buku tersebut berikut “pencekalan” yang dilakukan oleh pihak Gramedia.

Saya juga sudah melakukan banyak pendaftaran diberbagai mesin pencari dunia seperti altavista, msn, Yahoo dan entah saya sendiri lupa karena prosesnya waktu itu borongan saya lakukan. Yang jelas saat ini jika keyword-keyword tertentu yang berkaitan dengan topik buku itu diklik pada Google atau yang lainnya, InsyaAllah akan ikut ditampilkan dalam sekejap.

Toko Buku Gunung Agung saya lihat sudah masuk kedatabase mereka di http://www.tokogunungagung.co.id/index.php?go=book_search&event=1&plu=445024&start=0

Awalnya cuma ada buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, saya search untuk “Jejak Nabi Palsu” malah tidak ada sampai akhirnya saya coba hubungi mereka dan menanyakannya. Alhamdulillah, ternyata belum masuk saja didatabase online terbaru mereka. Sekarang dua-duanya ada.

Untuk Gramedia sendiri saya sudah gunakan fasilitas search disitus mereka http://www.gramedia.com/ tapi belum ketemu, entah apakah memang kasusnya sama seperti Gunung Agung atau memang bagaimananya … saya kurang tahu.

Buat saya apapun alasan Gramedia dengan buku saya yang pertama itu, tetap saja melakukan pencekalan merupakan tindakan yang tidak demokratis dan menghalang-halangi kebebasan pers serta berpendapat sebagaimana kaidah-kaidah yang sekarang gencar dipublikasikan banyak pihak (termasuk media sendiri).

Tentang problem mereka terhadap sikap konsumen Gramedia dari kalangan Islam secara global, itu adalah resiko yang harus mereka tanggung akibat sikap mereka sendiri. Tidak semua orang duduk diam dengan semua bentuk kesemena-menaan yang dilakukan oleh sesuatu yang sudah memiliki nama besar seperti Gramedia.

Jika ini perang, maka perang apa yang dikobarkan oleh mereka ? jika ini masalah sensitivitas keagamaan, maka jauh sebelum buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih terbit, sudah ada lebih dulu The Choice, Da Vinci Code, Dinasti Yesus, Misquoting Yesus, Islam dihujat dan lain sebagainya yang semua buku-buku itu dipajang oleh mereka. Saya siap untuk duduk bersama membicarakan masalah ini jika itu yang mereka mau, tetapi email-email yang pernah saya kirim tidak ada yang dibalas. Bahkan “tantangan terbuka” saya untuk melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang merasa keberatan dengan hadirnya buku itupun tidak ada yang menanggapi.

Adalah menjadi suatu kemajuan bila kemudian Gramedia akhirnya memutuskan untuk menerima buku tersebut dalam stock-list mereka. Pihak penerbit sendiri sampai sore ini masih belum dapat saya hubungi sehingga tdiak ada kejelasan yang saya peroleh.

Terimakasih pak Agus Rasidi …
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.,

Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu”

Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Buku

Karya fenomenal kedua Armansyah, penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”

Daftar ISI :

Dibalik Topeng Nabi Palsu——vii

Bila Quran dan Hadis telah Ditinggalkan——-xi

Ucapan Terima Kasih——xv

Bab I.

Kontroversi Kenabian dan Kerasulan—–19

BAB II.

Dari Avatar Hingga Al-Mahdi—–63

BAB III.

Jejak Nabi “Palsu”—–99

Kata Penutup—–217

Daftar Pustaka—–253

Tentang Penulis—–257

Indeks—-259

Dari Sa’d bin Abi Waqqas r.a. Nabi SAW berkata kepada Ali r.a ([dalam perang tabuk): “Antara aku dengan engkau laksana hubungan antara Musa dan Harun, tetapi tidak ada nabi lagi sesudahku.” – Riwayat Bukhari dan Muslim serta hadis yang senada juga dengan sanad dari Mush’ab bin Sa’ad

Nabi SAW bersabda: “Jika saja ada Nabi sesudah aku, tentulah dia adalah Umar Bin Khatab.” -Riwayat Tirmidzi

 

Pertanyaannya adalah ——-> Kenapa kita tidak melihat tokoh-tokoh terbaik Islam seperti Imam Ali bin Abu Thalib serta Khalifah Umar bin Khattab menyatakan diri mereka sebagai seorang Nabi jika memang pintu kenabian atau pintu kerasulan masih terbuka setelah wafatnya Nabi Muhammad ?

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang Musyrik dan hingga mereka menyembah berhala-hala dari batu. Sesungguhnya, di tengah-tengah umatku akan muncul para pembohong besar, dan semuanya mengaku-ngaku sebagai nabi; padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku.” -Riwayat at-Tirmidzi dengan hadis-hadis senada diriwayatkan juga oleh Abu Daud dan Ahmad

Bila memang makna Khotaman Nabiyyin tidak seperti yang dipahami oleh Rasulullah SAW dan bila memang makna kewahyuan dalam korelasi kenabian tetap ada sampai kapanpun, kenapa kita tidak menemui pengakuan tersebut dari kalangan para keluarga Nabi yang suci (ahli baitnya) ? atau dari para sahabat terdekatnya ? atau dari kalangan Tabi’ dan Tabi’in ? bukankah seharusnya bila memang pintu kenabian itu tetap terbuka, maka Umar dan Ali-lah orang pertama yang patut menyandang pangkat tersebut sesuai sabda dari Nabi SAW sendiri ?

Jika memang katakanlah Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Musaddiq, Ahmad Mukti merupakan sosok nabi-nabi baru dijaman modern ini, maka dimana nabi-nabi pada periode sebelum ini ? dimana para nabi baru setelah Muhammad pada waktu penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia ? atau pada waktu Order Baru di Indonesia berkuasa ? atau pada waktu perang salib meletus ?

Benarkah Isa al-Masih masih hidup sampai hari ini ? ataukah Isa al-Masih justru sudah wafat dan hadis-hadis yang bercerita mengenainya bersifat alegoris dan mengandung pengertian persamaan penyifatan orang yang akan datang diakhir jaman dengan sifat-sifat Isa al-Masih ?

Syaikh al-Bani termasuk satu diantara sejumlah ulama Ahlussunnah yang menolak memahami hadis-hadis seputar turunnya Nabi ‘Isa al-Masih dan kedatangan al-Masih Dajjal secara metaforis, beliau dalam salah satu tulisannya mengecam orang-orang yang melakukannya sebagai orang yang sesat dan menyamakan posisi mereka kedalam kelompok Muktazilah dan musyabbihah yang mana pada masanya kelompok tersebut menjunjung tinggi akal dan berbagai bentuk penyifatan didalam memahami agama Islam, sebaliknya Penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, Armansyah, dengan didukung oleh banyak data-data penunjang (literatur) baik dari Islam atau diluar Islam menyatakan bahwa Nabi Isa al-Masih sudah wafat dan tidak akan datang lagi diakhir jaman, ini dituangkannya secara detil dan ilmiah pada bukunya yang berjudul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” serta dilanjutkan secara lebih komprehensif pada buku “Jejak Nabi Palsu”.

Apa makna Syubbihalahum alias penyamaran Isa al-Masih dalam ayat 157 surah an-Nisaa dikitab suci al-Qur’an ?

Apa pula hubungannya dengan keberadaan para Mujaddid ?

“Sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini di penghujung setiap seratus tahun seseorang yang mentajdid (memperbaharui) agama umat ini.” – Riwayat Abu Daud dari Abu Hurairah

Tugas mujaddid bukan merubah apalagi membatalkan hukum¬hukum dan ketetapan al-Qur’an. Mujaddid adalah intelektual muslim yang akan memberikan penyegaran pemahaman atas sejumlah ayat¬ayat al-Qur’an secara lebih baik dan lebih aktual dengan mengacu pada peradaban yang ada disetiap jamannya. Jumlah mujaddid yang Allah tampilkan dalam setiap jaman bisa jadi hanya satu, namun bisa pula berbilang demikian menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih¬bersihnya. -Qs. 33 al-Ahzab :33

Apa kaitan ayat ini dengan kedatangan Imam al-Mahdi ?

Siapa sesungguhnya Imam al-Mahdi tersebut ? benarkah beliau Imam ke-12 sebagaimana dipercayai oleh kaum Syi’ah ? benarkah Imam Mahdi saat ini masih ghaib dalam artian sudah ada tapi tidak ditampakkan ? ataukah beliau justru belum dilahirkan ?

Dapatkan jawabnya hanya dibuku “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Kata Pengantar oleh Bapak Abu Deedat Syihab MH, Ketua Umum Forum Anti Gerakan Pemurtadan (FAKTA) dan Saudara Aris Hardinanto, Pengamat Perbandingan Agama Semitik

Endorsmen supported by Ahmad Dani P (team Moderator Milis_Iqra), Mohammad S. Gozali (Pengasuh situs Swaramuslim), M.Nidzhom Hidayatullah (Sekretaris MUI Malang)

Karya kedua : Armansyah
Penerbit : Hikmah (PT. Mizan Publika) 2007
Tebal : 253 halaman

Harga : Rp. 44.000,-
Pemesanan langsung kepenulis plus ongkos kirim*

Buku “Jejak Nabi Palsu” sudah bisa diperoleh disemua toko buku diseluruh Indonesia tanpa terkecuali.

Buku “Jejak Nabi Palsu” bisa jadi tidak akan lengkap bila anda tidak membaca buku sebelumnya “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, jadi, buruan koleksi keduanya.
Ingat, “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” tidak ada di toko buku Gramedia !

Dapatkan buku ini ditoko-toko buku yang disupported oleh Restu Agung (lihat daftarnya pada http://milis_iqra.googlegroups.com/web/TOKO_RESTU_AGUNG.pdf ) atau toko-toko buku Islam seperti Gunung Agung dan sebagainya atau pesan sekarang juga dengan penulis.

Benar-benar 2 karya yang InsyaAllah mencerahkan dan memberi pemahaman berbeda dari buku-buku yang pernah anda baca sebelum ini !

Kepada anak-anakku, Sultan Daffa dan Masayu Haura, kalian adalah pemicu bangkitnya tanggung jawab untuk merampungkan kedua naskah buku ini.
Semoga apa yang sudah Papa lakukan ini bisa ikut menjadi salah satu bentuk usaha pencerahan serta penyelamat kehidupan beragama kalian kelak bila sudah tumbuh dewasa, hingga kalian tidak mudah ditipu oleh kemaksiatan jaman serta fatamorgana Iblis dengan dalih Messianisme, al-Mahdi, kenabian atau kerasulan.

Papa tidak mungkin akan selalu ada menyertai jalan-jalan panjang kehidupan kalian, tetapi Papa juga tidak mau kalian celaka dan menjadi kaum penantang Tuhan. Berpegang teguhlah kalian terhadap syahadat ketauhidan Allah dan kerasulan Muhammad SAW, sebab dari sini keselamatan akan terpancarkan.

Ingat Nak, “Tuhanmu adalah Allah, Tidak beranak dan tidak diperanakkan, Nabi terakhirmu adalah Muhammad bin Abdullah, Kitab sucimu adalah al-Qur’an” !

http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/
Tanamkan ini dijiwa dan akal kalian !

Penulis

Aplikasi “Panduan Cepat Diskusi Lintas Kitab”

Bisa didownload bebas bagi member Milis_Iqra :

Aplikasi “Panduan Cepat Diskusi Lintas Kitab” atau PCDLK di : http://milis_iqra.googlegroups.com/web/PCDLK.zip
Silahkan mendistribusikannya secara bebas selama itu membantu untuk kemaslahatan umat ….


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
https://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/

Pencekalan Gramedia u/. Buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih

Pencekalan Gramedia u/. Buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-MasihHari Selasa pagi (08/01/2008) sekitar jam 09.21 menit, saya mendapat telpon dari pihak penerbit Restu Agung mengabarkan bahwa buku saya yang berjudul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” dilarang dipasarkan dan diterima oleh toko buku Gramedia seluruh Indonesia.

Dengan bahasa sederhana : Buku saya tersebut dicekal !

Berita ini cukup mengejutkan buat saya karena alasan yang diberikan mereka kepada pihak penerbit sama sekali tidak bisa diterima, yaitu kurang lebih telah masuk kawasan SARA atau dengan bahasa lainnya isi dari buku saya itu dianggap terlalu menyinggung pihak-pihak tertentu.

Keruan pihak penerbit Restu Agung merasa keberatan dengan sikap Gramedia ini, sayapun dengan koneksi-koneksi di Kelompok Kompas Gramedia (KKG) berusaha menyusuri latar belakang sesungguhnya dari penolakan Gramedia tersebut. Tidak butuh waktu lama buat saya memperoleh alasan real pencekalan dari Gramedia ini, karena saya sendiri merupakan bagian dari kelompok Kompas Gramedia yang memiliki “sejumlah radio-link” kepada akses-akses tertentu.

Ini adalah sentimen keagamaan !

Kasus saya ini, menurut Ibu Irena Handono yang sempat saya kabari via ponselnya, sama seperti kasus yang menimpa buku beliau yang berjudul “Islam dihujat” !

Saya bukan typical orang yang mudah menerima kekalahan atau menjadi pecundang.

Kabar baiknya adalah, penerbit Restu Agung menceritakan bila buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” mendapat tanggapan positip dari toko-toko buku besar lain diluar Gramedia.

Inilah anekdot yang tidak lucu yang sudah dimainkan oleh musuh-musuh Islam.

Sebagai penulis, tentu saja saya harus siap menerima kritik maupun sanggahan.
Hal ini sudah sejak jauh-jauh hari saya sampaikan, bahkan saya pernah menawarkan untuk diadakan acara bedah buku tersebut kepada pihak penerbit.

Tidak perlu ada ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan disisi saya, ini dunia ilmiah, jadi mari kita sama-sama bersikap sebagaimana orang-orang ilmiah beradu argumentasi.

Silahkan siapkan undangan, mari kita musyawarahkan waktu dan tempatnya, kita coba angkat buku ini kepentas dialog terbuka. Hadirkan pakar-pakar manapun untuk mengkritisi tulisan tersebut, it’s not a big deal buat saya.

Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” hanya permulaan … bersiaplah untuk menerima lanjutannya !

Ini masalah agama saya, ini urusan harga diri dan kehormatan orang-orang suci dalam keyakinan saya dan saya punya hak untuk melakukan pembelaan terhadap serangan maupun pemutar balikan fakta atas mereka.

Sebagai pengulangan, Saya persilahkan kelompok-kelompok tertentu dari Kristen, Islam Liberal, Islam moderat, Islam abangan dan sejenisnya untuk membuat diskusi terbuka dengan saya soal buku ini. Mari kita berbicara data dan kita berbicara logika. Ini tantangan terbuka dari saya.

Jaringan Islam Liberal, buku saya ini menjadi batu ujian buat obyektifitas dan seluruh gembar-gembor kebebasan berekspresi dan hak asasi yang selama ini kalian bicarakan.

Untuk umat Kristiani, buku saya ini menjadi salah satu parameter sejauh mana anda-anda mampu bersikap lapang dada dan penuh kasih untuk orang-orang yang berseberangan dengan anda.

Pencekalan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” diberbagai toko buku Gramedia seluruh Indonesia tidak akan mampu menghalangi menyebarnya buku ini ditengah masyarakat dan umat.

Terimakasih saya ucapkan juga kepada Sdr. Aris Hardinanto dan Tim FAKTA (especially Bapak Masyhud SM) yang telah banyak mendukung langkah-langkah saya, begitu juga dengan Ibu Irena Handono dan team Irena Centernya serta Bapak Mohammad S. Ghasali  dari Swaramuslim.

Hal senada saya sampaikan untuk para sahabat di Milis_Iqra serta simpatisan lainnya.

Semoga hal yang serupa tidak mengenai buku kedua saya “Jejak Nabi Palsu” yang sebenarnya juga masih menyisakan lanjutan-lanjutan dari buku sebelumnya “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”.

Inilah perjuangan untuk al-Haq, inilah romantisme bercinta dengan media, ada pengkhianatan, ada kasih sayang dan ada permusuhan.

Tetapi yang jelas, pencekalan dari Gramedia ini hanya akan semakin membuka kedok tentang apa dan siapa orang-orang yang ada dibalik perusahaan tersebut. Subyektifitas terhadap umat Islam oleh mereka bukan baru pertama ini terjadi, sudah banyak Kelompok Kompas Gramedia ini menoreh luka dan kebencian didiri umat Islam.

Tulisan ini saya sebarkan dibanyak tempat di Internet … dan saya juga mempersilahkan siapapun untuk meneruskannya kepihak-pihak manapun.

Promosi Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” juga sudah merambah keberbagai lokasi, diantaranya adalah Direktori Indonesia (http://dir.analistat.com/directory.php?cat=Referensi ), juga milis pasar buku (http://groups.yahoo.com/group/pasarbuku/message/47667), milis penerbit Islam ( http://groups.yahoo.com/group/penerbitislam/message/32), milis Buku-Islam (http://groups.yahoo.com/group/buku-islam/message/5394) dan juga MyQuran ( http://groups.yahoo.com/group/myquran/message/25653).

# Sinopsis buku bisa didownload disitus milis_iqra dengan alamat http://groups.google.com/group/Milis_Iqra/web/sinopsis1.pdf

# Anda bisa mendapatkan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” dengan cara memesan langsung kepada saya selaku penulisnya atau menghubungi toko-toko buku yang disupported oleh Restu Agung, daftarnya silahkan download di http://groups.google.com/group/Milis_Iqra/web/TOKO_RESTU_AGUNG.pdf

# Diluar Toko Buku Gramedia, buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” InsyaAllah bisa didapatkan !

BCC : Semua pihak yang terkait dan sahabat-sahabat terbaik saya.

Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
https://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/

RALAT ONGKOS KIRIM BUKU

Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih

Sekaitan informasi pengiriman Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” maka dengan ini diberitahukan kembali bahwa :

A. Saya merubah perusahaan jasa pengiriman / cargo dengan pertimbangan besar biaya yang nantinya akan dikeluarkan oleh rekan-rekan kepada cargo yang relatif lebih murah dari yang pertama.
B. Berikut ongkos kirim kekota-kota dibawah ini, sesuai dengan daftar pemesan buku yang masuk kesaya sampai hari ini :
# Jakarta (DKI, Jaksel-Jakut-Jaktim, Tangerang, Bekasi, Bogor : Rp. 15.000,- ( Lima Belas Ribu Rupiah )
# Padang : Rp. 22.500,- (Dua Puluh Dua Ribu Lima Ratus Rupiah)
# Batam : Rp. 22.500,- (Dua Puluh Dua Ribu Lima Ratus Rupiah)
# Surabaya : Rp. 20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah)
# Bandung : Rp. 20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah)
# Timika – Papua : Rp. 68.000,- (Enam Puluh Delapan Ribu Rupiah) *
# Balik Papan : Rp. 28.000,- (Dua Puluh Delapan Ribu Rupiah)
# Kalimantan Timur : Rp. 28.500,- (Dua Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah)
# Bitung – Sulawesi Utara : Rp. 45.000,- (Empat Puluh Lima Ribu Rupiah) *
# Medan : Rp. 26.000,- (Dua Puluh Enam Ribu Rupiah)
# Sidoarjo : Rp. 20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah)
* Bagi para pemesan di Indonesia Timur, sesuai dengan konfirmasi dari pihak cargo, selama masa liburan ini mungkin akan ada keterlambatan waktu sampainya, dikarenakan pesawat pengangkut lebih mendahulukan penumpang daripada barang ekspedisi
C. Ongkos kirim tidak berdasar berat barang maupun jumlah, sehingga bagi rekan-rekan yang telah memesan buku diatas 1 bh maka hitungan ongkos kirim tetap sama (dengan catatan selama saya packed dalam satu paket)
D. Untuk rekan-rekan yang berasal dari kota Palembang, silahkan datang langsung kerumah saya dengan terlebih dahulu menghubungi ponsel saya sekaitan dengan keberadaan waktu yang ada pada saya, bebas ongkos kirim (tapi tidak bebas ongkos sendiri :-).
E. Harga Buku : Rp. 67.500,- ( Enam Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah )
F. Uang bisa ditransfer kenorek saya langsung di : 113-0002034746 A/n : Armansyah, Bank Mandiri ( Maaf, saya hanya menyediakan satu bank ini saja dengan alasan tersendiri ).
G. Sebagai konfirmasi ulang, harap setelah mentransfer uang untuk bisa mengirim sms kesaya dan juga email ke armansyah_skom@yahoo.co.uk (hanya alamat yang satu ini saya buka khusus untuk proses konfirmasi pembayaran dan reminder agar bisa melakukan proses kroscek)
Sedikit berbagi cerita …
Usaha saya untuk menerbitkan buku ini ditengah masyarakat mengalami berbagai hambatan ditengah jalan, ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menggagalkannya karena dengan satu dan alasan …
Terhitung sejak bulan Mei 2007 sampai kemudian baru bisa hadir diakhir Desember 2007 …
Lelah, capek, penat, pusing dan penuh dengan perjuangan … Alhamdulillah, akhirnya kalau Allah sudah berkehendak maka kehendak Allah pasti jadi walau semua manusia menghalanginya
Inilah saya persembahkan buat anda semuanya, lintas madzhab dan agama …. “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah Pelurusan Sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus”
Semoga bermanfaat dalam memberikan pencerahan terhadap kebeneran serta menambah khasanah intelektual keagamaan.

Salamun ‘ala manittaba al Huda Keselamatan bagi mereka yang mengikuti petunjuk

Dan Kami telah menurunkan kepadamu kitab dengan penuh kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang pernah diturunkan sebelumnya dan sebagai korektor (batu ujian/filter/muhaymin) terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (QS AL-Ma’idah (5) : 48)
Sinopsis singkat :
Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, anak manusia sudah datang. – Injil Matius pasal 10 ayat 23
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat anak manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”- Injil Matius pasal 16 ayat 28 Kedua ayat diatas, dipercaya oleh umat Kristen sebagai sabda dari Isa al~Masih (Yesus Kristus).Tetapi, sejauh mana kebenaran sabda diatas dengan realitas dilapangan teologis Kristiani sendiri ?

Benarkah Isa telah datang sebelum murid-muridnya berkeliling melakukan dakwah atau pengajaran sesuai yang beliau ajarkan disegenap bangsa Israel ? atau apakah Isa al~Masih sudah berdusta dengan tidak terbuktinya sabda tersebut diatas ?

Kenapa sampai umat Kristiani justru masih menunggu beliau datang menjelang kiamat padahal ini berlawanan dengan kedua ayat yang diucapkan langsung oleh sang Messias Israel itu ?

Bagaimana al~Qur’an menjawab dogma kedatangan Isa yang kedua ?
Benarkah al~Qur’an membenarkan pemandangan yang seperti itu ?
Mungkinkah dogma al-kitab dilawan oleh tradisi didalam gereja ?
Mungkinkah juga dogma al-Qur’an dilawan oleh tradisi didalam hadis ?

Isa al-Masih bukan putera hasil perzinahan ibunya, ia adalah bayi yang terlahir melalui proses Parthenogenesis (kelahiran perawan).

Maryam ibunya tidak pernah menikah dengan Yusuf situkang kayu ! Beliau hanya seorang pelindung dan pemelihara keduanya.

Sejak kecil, Isa sudah diangkat menjadi Nabi dan dikaruniai sejumlah mukjizat.
Meskipun dibesarkan di Nazareth/Nasharah, Iapun ternyata pernah berkelana sampai kenegri Inggris, India dan Jepang.

Ia memang difitnah oleh musuh-musuhnya dihadapan para penguasa Romawi, usaha penyelamatannya dalam sebuah konspirasi persidanganpun gagal, ia dihukum salib, tapi ia berhasil lolos dari kematian dan melakukan sejumlah perjalanan panjang keberbagai negeri terhadap komunitas Israel diperantauan.

Tidak hanya ke Damaskus, perjalanan Isa juga mengantarkan ia kepada pertemuannya dengan Raja Abgar dari Edessa, raja Shalivahan dari India diatas pegunungan Himalaya, menikahi Yumiko di sebuah kampung dipulau Aomori bernama Herai, melanjutkan misinya kepada kaum Diaspora lalu menjemput sang ibunda di Ephesus dan Maria Magdalena di Saint-Baure, menemui Petrus di Roma, kembali ketimur dan ikut serta memperbaiki kuil Sulaiman ditanah India.

Itulah rekonstruksi sejarah yang berhasil disusun secara apik didalam buku ini, bahkan anda akan mendapatkan pemahaman tentang penggunaan istilah anak Tuhan yang dilekatkan kepada diri Isa al~Masih serta lemahnya argumentasi Trinitas dari sejumlah pembuktian yang susah untuk dibantah kebenarannya.

 


NANTIKAN KEHADIRAN BUKU KE2 : JEJAK NABI PALSU : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq ( Hikmah Publishing, 2007 )

 

Informasi menyusul !

TELAH TERBIT : Rekonstuksi Sejarah Isa al-Masih !

Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih

HARGA BUKU : RP. 67.500,- ( Enam Puluh Tujuh Ribu Lima Ratus Rupiah ) diluar ongkos kirim !
Untuk Pemesanan Langsung dari blog ini harap mengirim konfirmasi ke armansyah_skom@yahoo.co.uk (hanya alamat yang satu ini saya buka khusus untuk proses konfirmasi buku)
Sementara anggota Milis_Iqra tetap seperti biasanya.

Salamun ‘ala manittaba al Huda
Keselamatan bagi mereka yang mengikuti petunjuk

Dan Kami telah menurunkan kepadamu kitab dengan penuh kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang pernah diturunkan sebelumnya dan sebagai korektor (batu ujian/filter/muhaymin) terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. (QS AL-Ma’idah (5) : 48)

Sinopsis singkat :

Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, anak manusia sudah datang. – Injil Matius pasal 10 ayat 23

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat anak manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.”- Injil Matius pasal 16 ayat 28

Kedua ayat diatas, dipercaya oleh umat Kristen sebagai sabda dari Isa al~Masih (Yesus Kristus).

Tetapi, sejauh mana kebenaran sabda diatas dengan realitas dilapangan teologis Kristiani sendiri ?

Benarkah Isa telah datang sebelum murid-muridnya berkeliling melakukan dakwah atau pengajaran sesuai yang beliau ajarkan disegenap bangsa Israel ? atau apakah Isa al~Masih sudah berdusta dengan tidak terbuktinya sabda tersebut diatas ?

Kenapa sampai umat Kristiani justru masih menunggu beliau datang menjelang kiamat padahal ini berlawanan dengan kedua ayat yang diucapkan langsung oleh sang Messias Israel itu ?

Bagaimana al~Qur’an menjawab dogma kedatangan Isa yang kedua ?
Benarkah al~Qur’an membenarkan pemandangan yang seperti itu ?
Mungkinkah dogma al-kitab dilawan oleh tradisi didalam gereja ?
Mungkinkah juga dogma al-Qur’an dilawan oleh tradisi didalam hadis ?

Isa al-Masih bukan putera hasil perzinahan ibunya, ia adalah bayi yang terlahir melalui proses Parthenogenesis (kelahiran perawan).

Maryam ibunya tidak pernah menikah dengan Yusuf situkang kayu ! Beliau hanya seorang pelindung dan pemelihara keduanya.

Sejak kecil, Isa sudah diangkat menjadi Nabi dan dikaruniai sejumlah mukjizat.
Meskipun dibesarkan di Nazareth/Nasharah, Iapun ternyata pernah berkelana sampai kenegri Inggris, India dan Jepang.

Ia memang difitnah oleh musuh-musuhnya dihadapan para penguasa Romawi, usaha penyelamatannya dalam sebuah konspirasi persidanganpun gagal, ia dihukum salib, tapi ia berhasil lolos dari kematian dan melakukan sejumlah perjalanan panjang keberbagai negeri terhadap komunitas Israel diperantauan.

Tidak hanya ke Damaskus, perjalanan Isa juga mengantarkan ia kepada pertemuannya dengan Raja Abgar dari Edessa, raja Shalivahan dari India diatas pegunungan Himalaya, menikahi Yumiko di sebuah kampung dipulau Aomori bernama Herai, melanjutkan misinya kepada kaum Diaspora lalu menjemput sang ibunda di Ephesus dan Maria Magdalena di Saint-Baure, menemui Petrus di Roma, kembali ketimur dan ikut serta memperbaiki kuil Sulaiman ditanah India.

Itulah rekonstruksi sejarah yang berhasil disusun secara apik didalam buku ini, bahkan anda akan mendapatkan pemahaman tentang penggunaan istilah anak Tuhan yang dilekatkan kepada diri Isa al~Masih serta lemahnya argumentasi Trinitas dari sejumlah pembuktian yang susah untuk dibantah kebenarannya.

Rekan-rekan yang sudah memesan buku ini sebelumnya agar dapat melihat pengumuman langsung di Milis_Iqra@googlegroups.com.

Jazakallahu Khoiron.