Gramedia merubah kebijakan ?

Pagi 13-pebruari-2008 saya mendapat sms dari seorang sahabat (Sdr. Firdaus Noor) yang mengabarkan bahwa buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” ternyata sudah dipajang oleh toko buku Gramedia Samarinda.
Suatu hal yang cukup mengejutkan buat saya karena memang saya sendiri tidak mendapat informasi apa-apa dari pihak Penerbit (Restu Agung). Benarkah Gramedia sudah merubah kebijakan atas pencekalannya atas buku pertama saya itu ?

alt

Maka melalui milis_Iqra saya coba meminta bantuan pada semua sahabat untuk ikut mengevaluasi hal tersebut ditoko-toko buku Gramedia dikotanya masing-masing. Berikut tanggapan yang sudah masuk :
—————
Pak Agus Rasyidi :
Pak Armansyah, kalo di TM Bookstore Depok buku tersebut belum ada (terakhir saya kunjungi maksudnya). Padahal di sana, buku-buku baik Islam maupun umum ada disana, bahkan dgn jargon “toko diskon”, situsnya juga ada (coba aja google).
Kalau pihak Gramedia mengamati milis kita termasuk melihat di google, maka ada ketakutan sendiri dari segi omzet penjualan buku-buku yang mereka jual, kalau penyebaran informasi adanya diskriminasi Gramedia terhadap buku-buku Islam, khususnya terhadap konsumen dari kalangan muslim. Jadi apa yang terjadi di Samarinda, mungkin mereka (Gramedia) di sana punya pandangan seperti yang saya ungkapkan diatas.
Benar khan ?
wassalam / agus rasyidi
——————-
Aris Hardinanto (Fakta Malang)
Buku Rekonstruksi belum masuk Gramedia Malang…tapi Jejak nabi Palsu sudah masuk 2 toko buku besar yaitu gramedia (2 cabang gramedia) dan Toko Buku Toga Mas……
———
Dani Permana :
Minggu kemaren saya Ke Plaza Bintaro, buku pertama belum ada, Namun buku kedua ter-display di Bagian “New Release”.
Sedangkan kemaren saya ke Gramedia Pondok Indah Mall, kedua-duanya belum di ketemukan.
—————-
Saya sendiri menanggapi pak Agus Rasidi :
Bisa jadi Pak Agus Rasidi.Saya memang sudah mencoba mengoptimalkan penggunaan Internet, Google khususnya dalam penyebaran informasi buku tersebut berikut “pencekalan” yang dilakukan oleh pihak Gramedia.

Saya juga sudah melakukan banyak pendaftaran diberbagai mesin pencari dunia seperti altavista, msn, Yahoo dan entah saya sendiri lupa karena prosesnya waktu itu borongan saya lakukan. Yang jelas saat ini jika keyword-keyword tertentu yang berkaitan dengan topik buku itu diklik pada Google atau yang lainnya, InsyaAllah akan ikut ditampilkan dalam sekejap.

Toko Buku Gunung Agung saya lihat sudah masuk kedatabase mereka di http://www.tokogunungagung.co.id/index.php?go=book_search&event=1&plu=445024&start=0

Awalnya cuma ada buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, saya search untuk “Jejak Nabi Palsu” malah tidak ada sampai akhirnya saya coba hubungi mereka dan menanyakannya. Alhamdulillah, ternyata belum masuk saja didatabase online terbaru mereka. Sekarang dua-duanya ada.

Untuk Gramedia sendiri saya sudah gunakan fasilitas search disitus mereka http://www.gramedia.com/ tapi belum ketemu, entah apakah memang kasusnya sama seperti Gunung Agung atau memang bagaimananya … saya kurang tahu.

Buat saya apapun alasan Gramedia dengan buku saya yang pertama itu, tetap saja melakukan pencekalan merupakan tindakan yang tidak demokratis dan menghalang-halangi kebebasan pers serta berpendapat sebagaimana kaidah-kaidah yang sekarang gencar dipublikasikan banyak pihak (termasuk media sendiri).

Tentang problem mereka terhadap sikap konsumen Gramedia dari kalangan Islam secara global, itu adalah resiko yang harus mereka tanggung akibat sikap mereka sendiri. Tidak semua orang duduk diam dengan semua bentuk kesemena-menaan yang dilakukan oleh sesuatu yang sudah memiliki nama besar seperti Gramedia.

Jika ini perang, maka perang apa yang dikobarkan oleh mereka ? jika ini masalah sensitivitas keagamaan, maka jauh sebelum buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih terbit, sudah ada lebih dulu The Choice, Da Vinci Code, Dinasti Yesus, Misquoting Yesus, Islam dihujat dan lain sebagainya yang semua buku-buku itu dipajang oleh mereka. Saya siap untuk duduk bersama membicarakan masalah ini jika itu yang mereka mau, tetapi email-email yang pernah saya kirim tidak ada yang dibalas. Bahkan “tantangan terbuka” saya untuk melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang merasa keberatan dengan hadirnya buku itupun tidak ada yang menanggapi.

Adalah menjadi suatu kemajuan bila kemudian Gramedia akhirnya memutuskan untuk menerima buku tersebut dalam stock-list mereka. Pihak penerbit sendiri sampai sore ini masih belum dapat saya hubungi sehingga tdiak ada kejelasan yang saya peroleh.

Terimakasih pak Agus Rasidi …
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: