Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu”

Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Buku

Karya fenomenal kedua Armansyah, penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”

Daftar ISI :

Dibalik Topeng Nabi Palsu——vii

Bila Quran dan Hadis telah Ditinggalkan——-xi

Ucapan Terima Kasih——xv

Bab I.

Kontroversi Kenabian dan Kerasulan—–19

BAB II.

Dari Avatar Hingga Al-Mahdi—–63

BAB III.

Jejak Nabi “Palsu”—–99

Kata Penutup—–217

Daftar Pustaka—–253

Tentang Penulis—–257

Indeks—-259

Dari Sa’d bin Abi Waqqas r.a. Nabi SAW berkata kepada Ali r.a ([dalam perang tabuk): “Antara aku dengan engkau laksana hubungan antara Musa dan Harun, tetapi tidak ada nabi lagi sesudahku.” – Riwayat Bukhari dan Muslim serta hadis yang senada juga dengan sanad dari Mush’ab bin Sa’ad

Nabi SAW bersabda: “Jika saja ada Nabi sesudah aku, tentulah dia adalah Umar Bin Khatab.” -Riwayat Tirmidzi

 

Pertanyaannya adalah ——-> Kenapa kita tidak melihat tokoh-tokoh terbaik Islam seperti Imam Ali bin Abu Thalib serta Khalifah Umar bin Khattab menyatakan diri mereka sebagai seorang Nabi jika memang pintu kenabian atau pintu kerasulan masih terbuka setelah wafatnya Nabi Muhammad ?

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang Musyrik dan hingga mereka menyembah berhala-hala dari batu. Sesungguhnya, di tengah-tengah umatku akan muncul para pembohong besar, dan semuanya mengaku-ngaku sebagai nabi; padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku.” -Riwayat at-Tirmidzi dengan hadis-hadis senada diriwayatkan juga oleh Abu Daud dan Ahmad

Bila memang makna Khotaman Nabiyyin tidak seperti yang dipahami oleh Rasulullah SAW dan bila memang makna kewahyuan dalam korelasi kenabian tetap ada sampai kapanpun, kenapa kita tidak menemui pengakuan tersebut dari kalangan para keluarga Nabi yang suci (ahli baitnya) ? atau dari para sahabat terdekatnya ? atau dari kalangan Tabi’ dan Tabi’in ? bukankah seharusnya bila memang pintu kenabian itu tetap terbuka, maka Umar dan Ali-lah orang pertama yang patut menyandang pangkat tersebut sesuai sabda dari Nabi SAW sendiri ?

Jika memang katakanlah Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Musaddiq, Ahmad Mukti merupakan sosok nabi-nabi baru dijaman modern ini, maka dimana nabi-nabi pada periode sebelum ini ? dimana para nabi baru setelah Muhammad pada waktu penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia ? atau pada waktu Order Baru di Indonesia berkuasa ? atau pada waktu perang salib meletus ?

Benarkah Isa al-Masih masih hidup sampai hari ini ? ataukah Isa al-Masih justru sudah wafat dan hadis-hadis yang bercerita mengenainya bersifat alegoris dan mengandung pengertian persamaan penyifatan orang yang akan datang diakhir jaman dengan sifat-sifat Isa al-Masih ?

Syaikh al-Bani termasuk satu diantara sejumlah ulama Ahlussunnah yang menolak memahami hadis-hadis seputar turunnya Nabi ‘Isa al-Masih dan kedatangan al-Masih Dajjal secara metaforis, beliau dalam salah satu tulisannya mengecam orang-orang yang melakukannya sebagai orang yang sesat dan menyamakan posisi mereka kedalam kelompok Muktazilah dan musyabbihah yang mana pada masanya kelompok tersebut menjunjung tinggi akal dan berbagai bentuk penyifatan didalam memahami agama Islam, sebaliknya Penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, Armansyah, dengan didukung oleh banyak data-data penunjang (literatur) baik dari Islam atau diluar Islam menyatakan bahwa Nabi Isa al-Masih sudah wafat dan tidak akan datang lagi diakhir jaman, ini dituangkannya secara detil dan ilmiah pada bukunya yang berjudul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” serta dilanjutkan secara lebih komprehensif pada buku “Jejak Nabi Palsu”.

Apa makna Syubbihalahum alias penyamaran Isa al-Masih dalam ayat 157 surah an-Nisaa dikitab suci al-Qur’an ?

Apa pula hubungannya dengan keberadaan para Mujaddid ?

“Sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini di penghujung setiap seratus tahun seseorang yang mentajdid (memperbaharui) agama umat ini.” – Riwayat Abu Daud dari Abu Hurairah

Tugas mujaddid bukan merubah apalagi membatalkan hukum¬hukum dan ketetapan al-Qur’an. Mujaddid adalah intelektual muslim yang akan memberikan penyegaran pemahaman atas sejumlah ayat¬ayat al-Qur’an secara lebih baik dan lebih aktual dengan mengacu pada peradaban yang ada disetiap jamannya. Jumlah mujaddid yang Allah tampilkan dalam setiap jaman bisa jadi hanya satu, namun bisa pula berbilang demikian menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih¬bersihnya. -Qs. 33 al-Ahzab :33

Apa kaitan ayat ini dengan kedatangan Imam al-Mahdi ?

Siapa sesungguhnya Imam al-Mahdi tersebut ? benarkah beliau Imam ke-12 sebagaimana dipercayai oleh kaum Syi’ah ? benarkah Imam Mahdi saat ini masih ghaib dalam artian sudah ada tapi tidak ditampakkan ? ataukah beliau justru belum dilahirkan ?

Dapatkan jawabnya hanya dibuku “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Kata Pengantar oleh Bapak Abu Deedat Syihab MH, Ketua Umum Forum Anti Gerakan Pemurtadan (FAKTA) dan Saudara Aris Hardinanto, Pengamat Perbandingan Agama Semitik

Endorsmen supported by Ahmad Dani P (team Moderator Milis_Iqra), Mohammad S. Gozali (Pengasuh situs Swaramuslim), M.Nidzhom Hidayatullah (Sekretaris MUI Malang)

Karya kedua : Armansyah
Penerbit : Hikmah (PT. Mizan Publika) 2007
Tebal : 253 halaman

Harga : Rp. 44.000,-
Pemesanan langsung kepenulis plus ongkos kirim*

Buku “Jejak Nabi Palsu” sudah bisa diperoleh disemua toko buku diseluruh Indonesia tanpa terkecuali.

Buku “Jejak Nabi Palsu” bisa jadi tidak akan lengkap bila anda tidak membaca buku sebelumnya “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, jadi, buruan koleksi keduanya.
Ingat, “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” tidak ada di toko buku Gramedia !

Dapatkan buku ini ditoko-toko buku yang disupported oleh Restu Agung (lihat daftarnya pada http://milis_iqra.googlegroups.com/web/TOKO_RESTU_AGUNG.pdf ) atau toko-toko buku Islam seperti Gunung Agung dan sebagainya atau pesan sekarang juga dengan penulis.

Benar-benar 2 karya yang InsyaAllah mencerahkan dan memberi pemahaman berbeda dari buku-buku yang pernah anda baca sebelum ini !

Kepada anak-anakku, Sultan Daffa dan Masayu Haura, kalian adalah pemicu bangkitnya tanggung jawab untuk merampungkan kedua naskah buku ini.
Semoga apa yang sudah Papa lakukan ini bisa ikut menjadi salah satu bentuk usaha pencerahan serta penyelamat kehidupan beragama kalian kelak bila sudah tumbuh dewasa, hingga kalian tidak mudah ditipu oleh kemaksiatan jaman serta fatamorgana Iblis dengan dalih Messianisme, al-Mahdi, kenabian atau kerasulan.

Papa tidak mungkin akan selalu ada menyertai jalan-jalan panjang kehidupan kalian, tetapi Papa juga tidak mau kalian celaka dan menjadi kaum penantang Tuhan. Berpegang teguhlah kalian terhadap syahadat ketauhidan Allah dan kerasulan Muhammad SAW, sebab dari sini keselamatan akan terpancarkan.

Ingat Nak, “Tuhanmu adalah Allah, Tidak beranak dan tidak diperanakkan, Nabi terakhirmu adalah Muhammad bin Abdullah, Kitab sucimu adalah al-Qur’an” !

http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/
Tanamkan ini dijiwa dan akal kalian !

Penulis

Satu Tanggapan

  1. assalamualaikum Wr.Wb.

    Saya berminat dengan kedua buku karya anda sekaligus saya ingin memesannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: