Penangguhan pemesanan Buku

 

Assalamu’alaykum Wr. Wb.,

Dengan ini diberitahukan bahwa untuk sementara, pemesanan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” ditangguhkan karena persediaan yang ada pada saya sedang kosong.

Bagi yang masih berminat, bisa mengirim pesanan terlebih dahulu melalui email ke armansyah_skom@yahoo.co.uk
Saya akan kumpulkan terlebih dahulu dengan penentuan jumlah minimal pemesan 10 orang.
Setelah terkumpul minimal 10 orang, maka buku tersebut baru akan saya pesan kepenerbitnya.

Mohon maaf dan maklumnya.
Alhamdulillah, besarnya minat yang ada atas buku tersebut secara tidak langsung menambah motivasi pada diri saya untuk berbuat yang lebih baik lagi pada masa yang akan datang InsyaAllah. Baik dalam mengeluarkan tulisan-tulisan lepas melalui media Internet maupun buku.


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/blog/
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
https://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/

Iklan

Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu”

Telah Terbit “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Buku

Karya fenomenal kedua Armansyah, penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”

Daftar ISI :

Dibalik Topeng Nabi Palsu——vii

Bila Quran dan Hadis telah Ditinggalkan——-xi

Ucapan Terima Kasih——xv

Bab I.

Kontroversi Kenabian dan Kerasulan—–19

BAB II.

Dari Avatar Hingga Al-Mahdi—–63

BAB III.

Jejak Nabi “Palsu”—–99

Kata Penutup—–217

Daftar Pustaka—–253

Tentang Penulis—–257

Indeks—-259

Dari Sa’d bin Abi Waqqas r.a. Nabi SAW berkata kepada Ali r.a ([dalam perang tabuk): “Antara aku dengan engkau laksana hubungan antara Musa dan Harun, tetapi tidak ada nabi lagi sesudahku.” – Riwayat Bukhari dan Muslim serta hadis yang senada juga dengan sanad dari Mush’ab bin Sa’ad

Nabi SAW bersabda: “Jika saja ada Nabi sesudah aku, tentulah dia adalah Umar Bin Khatab.” -Riwayat Tirmidzi

 

Pertanyaannya adalah ——-> Kenapa kita tidak melihat tokoh-tokoh terbaik Islam seperti Imam Ali bin Abu Thalib serta Khalifah Umar bin Khattab menyatakan diri mereka sebagai seorang Nabi jika memang pintu kenabian atau pintu kerasulan masih terbuka setelah wafatnya Nabi Muhammad ?

“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga kabilah-kabilah dari umatku mengikuti orang-orang Musyrik dan hingga mereka menyembah berhala-hala dari batu. Sesungguhnya, di tengah-tengah umatku akan muncul para pembohong besar, dan semuanya mengaku-ngaku sebagai nabi; padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku.” -Riwayat at-Tirmidzi dengan hadis-hadis senada diriwayatkan juga oleh Abu Daud dan Ahmad

Bila memang makna Khotaman Nabiyyin tidak seperti yang dipahami oleh Rasulullah SAW dan bila memang makna kewahyuan dalam korelasi kenabian tetap ada sampai kapanpun, kenapa kita tidak menemui pengakuan tersebut dari kalangan para keluarga Nabi yang suci (ahli baitnya) ? atau dari para sahabat terdekatnya ? atau dari kalangan Tabi’ dan Tabi’in ? bukankah seharusnya bila memang pintu kenabian itu tetap terbuka, maka Umar dan Ali-lah orang pertama yang patut menyandang pangkat tersebut sesuai sabda dari Nabi SAW sendiri ?

Jika memang katakanlah Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Musaddiq, Ahmad Mukti merupakan sosok nabi-nabi baru dijaman modern ini, maka dimana nabi-nabi pada periode sebelum ini ? dimana para nabi baru setelah Muhammad pada waktu penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia ? atau pada waktu Order Baru di Indonesia berkuasa ? atau pada waktu perang salib meletus ?

Benarkah Isa al-Masih masih hidup sampai hari ini ? ataukah Isa al-Masih justru sudah wafat dan hadis-hadis yang bercerita mengenainya bersifat alegoris dan mengandung pengertian persamaan penyifatan orang yang akan datang diakhir jaman dengan sifat-sifat Isa al-Masih ?

Syaikh al-Bani termasuk satu diantara sejumlah ulama Ahlussunnah yang menolak memahami hadis-hadis seputar turunnya Nabi ‘Isa al-Masih dan kedatangan al-Masih Dajjal secara metaforis, beliau dalam salah satu tulisannya mengecam orang-orang yang melakukannya sebagai orang yang sesat dan menyamakan posisi mereka kedalam kelompok Muktazilah dan musyabbihah yang mana pada masanya kelompok tersebut menjunjung tinggi akal dan berbagai bentuk penyifatan didalam memahami agama Islam, sebaliknya Penulis buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, Armansyah, dengan didukung oleh banyak data-data penunjang (literatur) baik dari Islam atau diluar Islam menyatakan bahwa Nabi Isa al-Masih sudah wafat dan tidak akan datang lagi diakhir jaman, ini dituangkannya secara detil dan ilmiah pada bukunya yang berjudul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” serta dilanjutkan secara lebih komprehensif pada buku “Jejak Nabi Palsu”.

Apa makna Syubbihalahum alias penyamaran Isa al-Masih dalam ayat 157 surah an-Nisaa dikitab suci al-Qur’an ?

Apa pula hubungannya dengan keberadaan para Mujaddid ?

“Sesungguhnya Allah mengutus bagi umat ini di penghujung setiap seratus tahun seseorang yang mentajdid (memperbaharui) agama umat ini.” – Riwayat Abu Daud dari Abu Hurairah

Tugas mujaddid bukan merubah apalagi membatalkan hukum¬hukum dan ketetapan al-Qur’an. Mujaddid adalah intelektual muslim yang akan memberikan penyegaran pemahaman atas sejumlah ayat¬ayat al-Qur’an secara lebih baik dan lebih aktual dengan mengacu pada peradaban yang ada disetiap jamannya. Jumlah mujaddid yang Allah tampilkan dalam setiap jaman bisa jadi hanya satu, namun bisa pula berbilang demikian menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-’Asqalani.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih¬bersihnya. -Qs. 33 al-Ahzab :33

Apa kaitan ayat ini dengan kedatangan Imam al-Mahdi ?

Siapa sesungguhnya Imam al-Mahdi tersebut ? benarkah beliau Imam ke-12 sebagaimana dipercayai oleh kaum Syi’ah ? benarkah Imam Mahdi saat ini masih ghaib dalam artian sudah ada tapi tidak ditampakkan ? ataukah beliau justru belum dilahirkan ?

Dapatkan jawabnya hanya dibuku “Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”

Kata Pengantar oleh Bapak Abu Deedat Syihab MH, Ketua Umum Forum Anti Gerakan Pemurtadan (FAKTA) dan Saudara Aris Hardinanto, Pengamat Perbandingan Agama Semitik

Endorsmen supported by Ahmad Dani P (team Moderator Milis_Iqra), Mohammad S. Gozali (Pengasuh situs Swaramuslim), M.Nidzhom Hidayatullah (Sekretaris MUI Malang)

Karya kedua : Armansyah
Penerbit : Hikmah (PT. Mizan Publika) 2007
Tebal : 253 halaman

Harga : Rp. 44.000,-
Pemesanan langsung kepenulis plus ongkos kirim*

Buku “Jejak Nabi Palsu” sudah bisa diperoleh disemua toko buku diseluruh Indonesia tanpa terkecuali.

Buku “Jejak Nabi Palsu” bisa jadi tidak akan lengkap bila anda tidak membaca buku sebelumnya “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, jadi, buruan koleksi keduanya.
Ingat, “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” tidak ada di toko buku Gramedia !

Dapatkan buku ini ditoko-toko buku yang disupported oleh Restu Agung (lihat daftarnya pada http://milis_iqra.googlegroups.com/web/TOKO_RESTU_AGUNG.pdf ) atau toko-toko buku Islam seperti Gunung Agung dan sebagainya atau pesan sekarang juga dengan penulis.

Benar-benar 2 karya yang InsyaAllah mencerahkan dan memberi pemahaman berbeda dari buku-buku yang pernah anda baca sebelum ini !

Kepada anak-anakku, Sultan Daffa dan Masayu Haura, kalian adalah pemicu bangkitnya tanggung jawab untuk merampungkan kedua naskah buku ini.
Semoga apa yang sudah Papa lakukan ini bisa ikut menjadi salah satu bentuk usaha pencerahan serta penyelamat kehidupan beragama kalian kelak bila sudah tumbuh dewasa, hingga kalian tidak mudah ditipu oleh kemaksiatan jaman serta fatamorgana Iblis dengan dalih Messianisme, al-Mahdi, kenabian atau kerasulan.

Papa tidak mungkin akan selalu ada menyertai jalan-jalan panjang kehidupan kalian, tetapi Papa juga tidak mau kalian celaka dan menjadi kaum penantang Tuhan. Berpegang teguhlah kalian terhadap syahadat ketauhidan Allah dan kerasulan Muhammad SAW, sebab dari sini keselamatan akan terpancarkan.

Ingat Nak, “Tuhanmu adalah Allah, Tidak beranak dan tidak diperanakkan, Nabi terakhirmu adalah Muhammad bin Abdullah, Kitab sucimu adalah al-Qur’an” !

http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/
Tanamkan ini dijiwa dan akal kalian !

Penulis

Serba-serbi buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”

SEPUTAR BUKU “REKONSTRUKSI SEJARAH ISA AL-MASIH”

Dasar Penulisan Buku

Dan Kami telah menurunkan kepadamu kitab dengan penuh kebenaran, membenarkan kitab-kitab yang pernah diturunkan sebelumnya dan sebagai korektor terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. -Qs. 5 al-Ma’idah 48

Tujuan Buku ini

Terbitnya buku ini memang dimaksudkan untuk dua hal utama, yaitu menanggapi pernyataan-pernyataan James D. Tabor dalam bukunya “Dinasti Yesus” yang banyak melakukan hujatan maupun fitnahan atas diri pribadi Maryam dan puteranya, Isa al~Masih, dua orang tokoh suci yang begitu dihormati dalam pandangan al~Qur’an serta melakukan usaha Rekonstruksi kesejarahan Isa al~Masih itu sendiri dengan menggali ulang dari naskah-naskah yang bercerita mengenainya.

Tidak tertutup kemungkinan dibeberapa bagian buku ini akan menuai pro dan kontra ditengah masyarakat Kristiani atau Islam sendiri yang dirasa cukup menantang banyak “dogma sakral” yang selama ini begitu populer dan ditanamkan dikepala kita sejak anak-anak. Sejumlah kritik balik kita kepada riwayat-riwayat yang berasal dari sosok Abu Hurairah misalnya, ataupun tindakan kita dengan menjadikan al-Kitab kanonik dan sejumlah kitab-kitab apokripa Kristiani sebagai acuan penulisan.

Garis Besar Isi Buku

Buku ini akan mencoba menelusuri jejak Isa al~Masih dalam pentas sejarah dengan mengawinkan berbagai sudut pemahaman yang ada, dari yang paling ortodok, fenomenal sampai pemahaman modern dengan kajian-kajian kritis terhadapnya berdasarkan al-Qur’an.

Penelusuran ini akan dimulai dari pemahaman bahwa Isa al~Masih merupakan anak haram hasil hubungan Maryam dengan tentara Romawi yang diduga bernama Julius Tiberius Abdes Pantera sebagaimana klaim dari James D. Tabor dalam bukunya Dinasti Yesus, sampai kepada pemahaman bahwa Isa al~Masih anak biologis dari Yusuf situkang kayu dengan Maryam dan penelusuran jejak-jejak pemahaman tentang Isa al~Masih dari peristiwa penyaliban dan kebangkitannya dari kubur hingga beragam informasi yang menceritakan perjalanan dakwahnya keluar dari Yerusalem pasca tragedi tersebut dari mulai informasi pernikahannya dengan Maria Magdalena sampai ke Prancis Selatan, Inggris, Kashmir, Himalaya bahkan sampai di-isukan terbang ke Planet Venus sekaligus mencoba menyingkap isu kedatangannya yang kedua diakhir jaman dari sisi Islam dan Kristen.

Buku ini mencoba untuk memberikan tinjauan-tinjauan ulang terhadap semua uraian James D. Tabor melalui bukunya Dinasti Yesus ataupun tulisan-tulisannya yang ada didalam blog pribadinya di Internet dari sudut pandang Islam dan sejumlah literatur kesejarahan berkaitan. Tidak itu saja, buku ini juga akan mengupas beberapa topik permasalahan klasik yang sering menjadi tema-tema utama setiap perdiskusian lintas iman di Internet antara Islam dan Kristen menyangkut “status kesejarahan” dari Isa al~Masih mulai dari masa kecilnya, dakwahnya ditengah Bani Israel sampai misteri penyalibannya dan tidak ketinggalan menyangkut kontroversi ketuhanan yang dilekatkan terhadap dirinya oleh pihak gereja.

Sistematika Penulisan

Lukas sendiri ketika pertama menulis kitab Injilnya, secara jujur mengatakan bahwa diapun sebenarnya hanyalah satu dari sekian banyak penulis dimasa itu yang mencoba merekonstruksi tentang berbagai peristiwa yang telah ditulis dan beredar dimasyarakat sebelumnya untuk dibukukan secara teratur atau sistematis (Lihat Injil Lukas pasal 1 ayat 1 s/d 3) :

Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu, – Injil Lukas pasal 1 ayat 1 s/d 3

Saat ini, hal yang kurang lebih sama dengan Lukas, saya lakukan.

Bagaimanapun perbedaan akan tetap selalu ada, begitupun dengan kata setuju atau tidak setuju, namun ada sebuah pepatah bijak mengajarkan kepada kita untuk belajar sepakat dengan ketidak sepakatan. Saya memulai penulisan buku ini dari sejarah awal ibunda Isa al~Masih, sang perawan Maria atau Maryam al-‘Uzara’ yang difitnah oleh James D. Tabor telah melahirkan Isa sebagai anak dari hasil perzinahannya dengan seorang serdadu Romawi bernama Julius Tiberius Abdes Panthera. Beranjak dari jawaban-jawaban balik untuk pernyataan Tabor, perlahan tapi pasti saya mengajak anda untuk menelusuri semua pemberitaan yang dihubungkan dengan sosok Isa al~Masih sejak ia dilahirkan sampai penyaliban di Yerusalem, selamatnya ia dari peristiwa itu dan perjalanannya keberbagai negeri di wilayah Asia, Eropa dan Timur Tengah hingga perdebatan seru menyangkut makamnya yang sejati.

Jika catatan-catatan sejarah tersebut ditolak secara keseluruhan hanya karena ia tidak diakui secara resmi oleh pihak gereja, tidak dengan serta merta membuatnya menjadi catatan sejarah yang pasti bernilai salah.

Perjalanan panjang sejarah manusia memang sering membuat nilai-nilai kebenaran wahyu yang ada menjadi terdistorsi, apalagi bila didalam sejarahnya, umat-umat yang terkait dengan turunnya wahyu itu terlibat didalam berbagai pertempuran dan konflik kepentingan nafsu pribadi.

Sumber Pustaka

Terimakasih atas kemuliaan akal yang diberikan oleh Allah kepada manusia sehingga dengannya maka Internet bisa terwujud. Saat saya terbentur pada beberapa masalah, dengan sedikit koneksi kabel telepon keperangkat modem yang menempel dislot CPU komputer maka tersajilah dihadapan saya informasi dan literatur yang saya butuhkan dari mesin-mesin pencari seperti Google, Yahoo, Altavista, MSN dan lain sebagainya.

Mungkin ini pula salah satu hikmah kenapa Allah mengarahkan saya untuk bergelut di ilmu-ilmu komputer dalam meraih gelar kesarjanaan. Peradaban dunia telah mengantarkan manusia untuk melewati batas-batas geografis yang selama ini menjadi pengalang besar untuk dapat berinteraksi dan mendapatkan literatur-literatur kesejarahan lintas madzhab dan agama. Teknologi Internet telah merubah cara orang untuk belajar dan mendapatkan ilmu sebagai jalan mencari kebenaran yang hakiki. Pendalaman ilmu-ilmu Informatika dan Komputer adalah salah satu jembatan untuk melakukan “Israk wal Iqrak” terhadap ilmu-ilmu Allah yang tersebar disegenap penjuru dunia.

Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi ? padahal mereka mempunyai hati yang dengan hati itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar; Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. -Qs. 22 al-Hajj : 46

Ajakan diskusi terbuka

Sebagai penulis, tentu saja saya harus siap menerima kritik maupun sanggahan atas buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” ini.

Tidak perlu ada ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan disisi saya, ini dunia ilmiah, jadi mari kita sama-sama bersikap sebagaimana orang-orang ilmiah beradu argumentasi.

Silahkan siapkan undangan, mari kita musyawarahkan waktu dan tempatnya, kita coba angkat buku ini kepentas dialog terbuka. Hadirkan pakar-pakar manapun untuk mengkritisi tulisan tersebut, it’s not a big deal buat saya.

Ini tantangan terbuka dari saya.
Mari kita berbicara data dan kita berbicara logika !

Pencekalan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” diberbagai toko buku Gramedia seluruh Indonesia tidak akan mampu menghalangi menyebarnya buku ini ditengah masyarakat dan umat.

Ucapan Terimakasih

Terimakasih saya ucapkan juga kepada Sdr. Aris Hardinanto dan Tim FAKTA (khususnya buat Bapak Masyhud SM) yang telah banyak mendukung langkah-langkah saya, begitu juga dengan Ibu Irena Handono dan team Irena Centernya serta Bapak Mohammad S. Ghasali dari Swaramuslim.

Hal senada saya sampaikan untuk para sahabat dan tim Moderator Milis_Iqra serta simpatisan lainnya.

Pesan

Imam Ali bin Abu Thalib pernah berkata :

Manusia itu ada 3 macam : Rabbaniy yang berilmu atau orang yang senantiasa belajar dan selalu berusaha agar berada dijalan keselamatan atau orang-orang awam yang bodoh dan picik, yang mengikuti semua suara – yang benar maupun yang batil -bergoyang bersama setiap angin yang menghembus, tiada bersuluh dengan cahaya ilmu dan tiada melindungkan diri dengan pegangan yang kukuh-kuat.

Ilmu adalah lebih utama daripada harta. Ilmu akan menjagamu, sedangkan kau harus menjaga hartamu. Harta akan berkurang bila kau nafkahkan, sedangkan ilmu bertambah subur bila kau nafkahkan. Demikian pula budi yang ditimbulkan dengan harta akan hilang dengan hilangnya harta.

Makrifat ilmu seperti juga agama, merupakan pegangan hidup terbaik. Dengannya orang akan beroleh ketaatan dan penghormatan sepanjang hidupnya serta nama harum setelah wafatnya, ilmu adalah hakim dan harta adalah sesuatu yang dihakimi. Kaum penumpuk harta-benda telah mati dimasa hidupnya, sedangkan orang-orang yang berilmu tetap hidup sepanjang masa. Sosok tubuh mereka telah hilang, namun kenangan kepada mereka tetap dihati.

Sumber : Mutiara Nahjul Balaghah : Wacana dan surat-surat Imam Ali R.a, Penerbit Mizan, 1999, Pasal 13 : Nasehat untuk Kumail bin Ziyad an-Nakha’y, Hal. 35 s/d 37

Biografi Penulis

Armansyah, lahir dan dibesarkan dikota Palembang Darussalam.

Sejak tahun 1992 tertarik untuk memperdalam pengetahuan agamanya secara otodidak melalui membaca berbagai buku dan melakukan diskusi-diskusi kepada sejumlah ulama yang terdekat terlebih lagi kepada ayahnya sendiri yang tergolong ulama dikampungnya. Hampir tiada hari terlepas dari pembicaraan seputar masalah agama dan perbandingan madzhab bahkan lintas agama.

Orang yang berperan besar dalam merubah cara berpikirnya tentang agama adalah almarhum gurunya, Drs. H. Asfanuddin Panjaitan yang dikenalnya sejak tahun 1992 melalui Perguruan Bela Diri Tenaga Dalam Islam Prana Sakti ketika mendaftarkan diri sebagai murid pada angkatan ke-39 dicabang Palembang

Tahun 1997, Armansyah mulai terlibat aktif dalam keanggotaan milis ”Islamic Network” (www.isnet.org), sebuah jaringan pengajian manca negara yang membahas dan mendiskusikan masalah-masalah keislaman di Internet, dan bergabung dalam kepengurusan untuk bidang Pengembangan Diskusi Islam, Materi Tarbiyah dan Tanya Jawab ke-Islaman.

Pada tahun 2006 tepatnya tanggal 20 Mei, Armansyah membangun sebuah milis untuk menjadi jembatannya dalam menyampaikan berbagai pemikirannya tentang hal-hal keagamaan. Sebelum itu, Armansyah pernah bergabung juga disejumlah milis seperti paroki@, eramuslim dan myquran namun karena masih merasa belum optimal akhirnya didirikanlah sebuah Milis dengan nama “Milis_Iqra” yang beralamat di http://groups.google.com/group/Milis_Iqra/

Tahun 2007, Armansyah bekerjasama dengan Penerbit Restu Agung untuk menerbitkan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah Pelurusan Sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus” yang kata sambutannya diberikan oleh bapak Masyhud SM (Dewan Pakar FAKTA dan Ahli Perbandingan Agama) dan bapak Mohammad S. Gozali (Pengasuh situs Swaramuslim, media informasi & interaksi untuk Izzatul Islam).

Tidak sampai disitu saja ditahun yang sama, Armansyah menjalin kerjasama dengan Penerbit Hikmah Publishing (Mizan Group) untuk menerbitkan buku keduanya yang berjudul ”Jejak Nabi Palsu : Dari Mirza Ghulam Ahmad, Lia Aminuddin hingga Ahmad Musaddiq”.

Dibuku kedua ini beliau mendapat kehormatan tersendiri dikarenakan bapak Ustadz Abu Deedat Syihab MH (Ketua umum FAKTA) dan bapak Haidar Bagir (Presiden Direktur Penerbit Mizan) berkenan menorehkan kata pengantar mereka. Termasuk juga Endorsmen dari bapak M. Nidzhom Hidayatullah, Sekretaris MUI Malang dan bapak Mohammad S. Ghasali, Pengasuh Situs Swaramuslim serta Saudara A. Dani Permana (Moderator Milis_Iqra).

Jejak Nabi palsu sendiri sebenarnya tidak hanya bercerita tentang orang-orang yang menisbatkan diri sebagai Nabi atau Rasul saja, namun pembahasannya juga mencakup jawaban-jawaban untuk kelompok ingkar sunnah dan konsepsi mengenai al-Masih dan al-Mahdi dari perspektif al-Qur’an serta as-Sunnah secara berbeda dan lebih berani

Armansyah, dari manuskrip yang diperolehnya secara turun menurun menyebutkan bahwa ditubuhnya masih mengalir darah ahli bait dari garis keturunan Saidina Zainal Bakri yang bergelar Ja’far as-Siddik khairul Islam Bin Saidina Zainal Abidin yang merupakan putera dari Imam Husien bin Ali bin Abu Thalib, suami dari Fatimah az-Zahrah sekaligus sepupu dan menantu Nabi Muhammad SAW.

Tidak ada pilihan madzhab baginya dalam beragama karena memang sejak awal turunnya Islam, Allah tidak menjadikan madzhab tertentu kepada Muhammad SAW, dia bisa ada dimana saja dan bermadzhab apa saja selama itu sejalan dengan tuntunan al-Qur’an.

Meski baginya hak Khilafah setelah kematian Nabi harusnya berada ditangan Ali bin Abu Thalib, namun Armansyah tetap mengakui kekhalifahan ketiga sahabat besar Nabi sebelumnya (Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Usman bin Affan), mereka adalah tokoh-tokoh awal yang harus dihormati dan dijadikan panutan sebagaimana juga sikap ini diambil oleh para ahli bait dimasanya


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://www.penulis-indonesia.com/armansyah/

Armansyah

Aplikasi “Panduan Cepat Diskusi Lintas Kitab”

Bisa didownload bebas bagi member Milis_Iqra :

Aplikasi “Panduan Cepat Diskusi Lintas Kitab” atau PCDLK di : http://milis_iqra.googlegroups.com/web/PCDLK.zip
Silahkan mendistribusikannya secara bebas selama itu membantu untuk kemaslahatan umat ….


Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
https://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/

Pencekalan Gramedia u/. Buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih

Pencekalan Gramedia u/. Buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-MasihHari Selasa pagi (08/01/2008) sekitar jam 09.21 menit, saya mendapat telpon dari pihak penerbit Restu Agung mengabarkan bahwa buku saya yang berjudul “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” dilarang dipasarkan dan diterima oleh toko buku Gramedia seluruh Indonesia.

Dengan bahasa sederhana : Buku saya tersebut dicekal !

Berita ini cukup mengejutkan buat saya karena alasan yang diberikan mereka kepada pihak penerbit sama sekali tidak bisa diterima, yaitu kurang lebih telah masuk kawasan SARA atau dengan bahasa lainnya isi dari buku saya itu dianggap terlalu menyinggung pihak-pihak tertentu.

Keruan pihak penerbit Restu Agung merasa keberatan dengan sikap Gramedia ini, sayapun dengan koneksi-koneksi di Kelompok Kompas Gramedia (KKG) berusaha menyusuri latar belakang sesungguhnya dari penolakan Gramedia tersebut. Tidak butuh waktu lama buat saya memperoleh alasan real pencekalan dari Gramedia ini, karena saya sendiri merupakan bagian dari kelompok Kompas Gramedia yang memiliki “sejumlah radio-link” kepada akses-akses tertentu.

Ini adalah sentimen keagamaan !

Kasus saya ini, menurut Ibu Irena Handono yang sempat saya kabari via ponselnya, sama seperti kasus yang menimpa buku beliau yang berjudul “Islam dihujat” !

Saya bukan typical orang yang mudah menerima kekalahan atau menjadi pecundang.

Kabar baiknya adalah, penerbit Restu Agung menceritakan bila buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” mendapat tanggapan positip dari toko-toko buku besar lain diluar Gramedia.

Inilah anekdot yang tidak lucu yang sudah dimainkan oleh musuh-musuh Islam.

Sebagai penulis, tentu saja saya harus siap menerima kritik maupun sanggahan.
Hal ini sudah sejak jauh-jauh hari saya sampaikan, bahkan saya pernah menawarkan untuk diadakan acara bedah buku tersebut kepada pihak penerbit.

Tidak perlu ada ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan disisi saya, ini dunia ilmiah, jadi mari kita sama-sama bersikap sebagaimana orang-orang ilmiah beradu argumentasi.

Silahkan siapkan undangan, mari kita musyawarahkan waktu dan tempatnya, kita coba angkat buku ini kepentas dialog terbuka. Hadirkan pakar-pakar manapun untuk mengkritisi tulisan tersebut, it’s not a big deal buat saya.

Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” hanya permulaan … bersiaplah untuk menerima lanjutannya !

Ini masalah agama saya, ini urusan harga diri dan kehormatan orang-orang suci dalam keyakinan saya dan saya punya hak untuk melakukan pembelaan terhadap serangan maupun pemutar balikan fakta atas mereka.

Sebagai pengulangan, Saya persilahkan kelompok-kelompok tertentu dari Kristen, Islam Liberal, Islam moderat, Islam abangan dan sejenisnya untuk membuat diskusi terbuka dengan saya soal buku ini. Mari kita berbicara data dan kita berbicara logika. Ini tantangan terbuka dari saya.

Jaringan Islam Liberal, buku saya ini menjadi batu ujian buat obyektifitas dan seluruh gembar-gembor kebebasan berekspresi dan hak asasi yang selama ini kalian bicarakan.

Untuk umat Kristiani, buku saya ini menjadi salah satu parameter sejauh mana anda-anda mampu bersikap lapang dada dan penuh kasih untuk orang-orang yang berseberangan dengan anda.

Pencekalan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” diberbagai toko buku Gramedia seluruh Indonesia tidak akan mampu menghalangi menyebarnya buku ini ditengah masyarakat dan umat.

Terimakasih saya ucapkan juga kepada Sdr. Aris Hardinanto dan Tim FAKTA (especially Bapak Masyhud SM) yang telah banyak mendukung langkah-langkah saya, begitu juga dengan Ibu Irena Handono dan team Irena Centernya serta Bapak Mohammad S. Ghasali  dari Swaramuslim.

Hal senada saya sampaikan untuk para sahabat di Milis_Iqra serta simpatisan lainnya.

Semoga hal yang serupa tidak mengenai buku kedua saya “Jejak Nabi Palsu” yang sebenarnya juga masih menyisakan lanjutan-lanjutan dari buku sebelumnya “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”.

Inilah perjuangan untuk al-Haq, inilah romantisme bercinta dengan media, ada pengkhianatan, ada kasih sayang dan ada permusuhan.

Tetapi yang jelas, pencekalan dari Gramedia ini hanya akan semakin membuka kedok tentang apa dan siapa orang-orang yang ada dibalik perusahaan tersebut. Subyektifitas terhadap umat Islam oleh mereka bukan baru pertama ini terjadi, sudah banyak Kelompok Kompas Gramedia ini menoreh luka dan kebencian didiri umat Islam.

Tulisan ini saya sebarkan dibanyak tempat di Internet … dan saya juga mempersilahkan siapapun untuk meneruskannya kepihak-pihak manapun.

Promosi Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” juga sudah merambah keberbagai lokasi, diantaranya adalah Direktori Indonesia (http://dir.analistat.com/directory.php?cat=Referensi ), juga milis pasar buku (http://groups.yahoo.com/group/pasarbuku/message/47667), milis penerbit Islam ( http://groups.yahoo.com/group/penerbitislam/message/32), milis Buku-Islam (http://groups.yahoo.com/group/buku-islam/message/5394) dan juga MyQuran ( http://groups.yahoo.com/group/myquran/message/25653).

# Sinopsis buku bisa didownload disitus milis_iqra dengan alamat http://groups.google.com/group/Milis_Iqra/web/sinopsis1.pdf

# Anda bisa mendapatkan buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” dengan cara memesan langsung kepada saya selaku penulisnya atau menghubungi toko-toko buku yang disupported oleh Restu Agung, daftarnya silahkan download di http://groups.google.com/group/Milis_Iqra/web/TOKO_RESTU_AGUNG.pdf

# Diluar Toko Buku Gramedia, buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih” InsyaAllah bisa didapatkan !

BCC : Semua pihak yang terkait dan sahabat-sahabat terbaik saya.

Salamun ‘ala manittaba al Huda

ARMANSYAH
http://armansyahskom.wordpress.com
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
https://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/

Sinopsis Buku

Sinopsis Buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih : Sebuah pelurusan Sejarah & Jawaban untuk Dinasti Yesus”

Karya : Armansyah
Penerbit : Restu Agung, 2008

James D. Tabor, ketua jurusan Studi Keagamaan di Universitas North Carolina di Charlotte Amerika Serikat telah memanfaatkan isu perzinahan Maria ditengah komunitas Yahudi ini untuk lebih meningkatkan nilai penjualan bukunya dipasaran dengan berusaha menerbitkan ulang asumsi-asumsi tentang batalnya klaim kesucian Maria dari sisi sejarah yang berimplikasi kepada status Isa al-Masih sebagai anak hasil hubungan haram.

Tapi berbeda dengan sebagian orang yang menganggap Maria telah berzinah dengan Yusuf sebelum mereka menikah, Tabor mengangkat isu hubungan gelap antara Maria dengan seorang serdadu Romawi bernama Julius Tiberius Abdes Pantera.

Sebuah sikap yang bertentangan dengan apa yang dikemukakannya sendiri pada bagian awal bagian ketiga bukunya :

Para sejarawan berkewajiban untuk memeriksa bukti apapun yang kita miliki.

Sekarang bukti-bukti apa yang sudah diperiksa oleh Tabor sehubungan dengan sumber-sumber awal penyebutan istilah Pantera pada diri Yesus sebagaimana yang dia katakan sendiri kecuali sekedar memaksakan asumsinya kepada para pembaca. Dan memang Tabor pun akhirnya mengakui :

Harus saya akui bahwa semuanya terdengar spekulatif dan agak memaksa …

Namun selaku Muslim yang cerdas dan mengakui kebenaran al-Qur’an sebagai wahyu Allah, kita juga harus bisa berpikiran positip, bahwa sebagai keturunan orang baik-baik dan berada dibawah asuhan seorang Nabi yang kesalehan maupun ketaatannya terhadap Tuhan sangat tinggi, Maria tentunya akan senantiasa menjaga kehormatan dirinya dan juga kehormatan
keluarga besarnya. Dalam hal ini al-Qur’an berkata :

Dan Maryam puteri Imran yang menjaga kehormatannya … – Qs. 66 at-Tahrim :12

Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dugaan saja. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. -Qs. 10 Yuunus :36

Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman. – Qs. 40 al-Mu’min :57

Terjemahan benar surah 4/157

Terjemahan An-Nisaa ayat 157 4_157

Dari terjemahan ayat diatas, dapat kita ketahui bahwa Nabi ‘Isa tidak terbunuh dan tidak tersalib dalam peristiwa  tersebut. Beliau hanya disamarkan kepada musuh-musuhnya. Disamarkan bukan dalam arti dialih rupakan menjadi wajah orang lain tetapi disamarkan dalam pengertian ditampakkan seolah-olah beliau memang berhasil dibunuh dan berhasil disalib.

Fakta bahwa orang-orang Yahudi ternyata memang meragukan bila mereka telah berhasil membunuh putera Maryam ini dalam penyaliban adalah beliau kembali ditombak menjelang diturunkan dari kayu salib lalu makamnya dijaga ketat oleh askar Romawi.

Setelah tiga hari, Nabi Isa menjumpai keluarga dan para muridnya sekaligu memperlihatkan bekas luka-luka yang beliau derita saat sengsara diatas salib.

Paman ibunyalah yang bernama Yusuf Arimathea yang telah menyelamatkannya bersama seorang sahabat beliau, Nikodemus.

Nabi ‘Isa lalu menyingkir dari Yerusalem, hijrah ke Damaskus dan memulai perjalanan panjangnya dalam berdakwah kepada seluruh bangsa Israel lain diluar kampung halamannya.