
Saya juga sudah melakukan banyak pendaftaran diberbagai mesin pencari dunia seperti altavista, msn, Yahoo dan entah saya sendiri lupa karena prosesnya waktu itu borongan saya lakukan. Yang jelas saat ini jika keyword-keyword tertentu yang berkaitan dengan topik buku itu diklik pada Google atau yang lainnya, InsyaAllah akan ikut ditampilkan dalam sekejap.
Toko Buku Gunung Agung saya lihat sudah masuk kedatabase mereka di http://www.tokogunungagung.co.id/index.php?go=book_search&event=1&plu=445024&start=0
Awalnya cuma ada buku “Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih”, saya search untuk “Jejak Nabi Palsu” malah tidak ada sampai akhirnya saya coba hubungi mereka dan menanyakannya. Alhamdulillah, ternyata belum masuk saja didatabase online terbaru mereka. Sekarang dua-duanya ada.
Untuk Gramedia sendiri saya sudah gunakan fasilitas search disitus mereka http://www.gramedia.com/ tapi belum ketemu, entah apakah memang kasusnya sama seperti Gunung Agung atau memang bagaimananya … saya kurang tahu.
Buat saya apapun alasan Gramedia dengan buku saya yang pertama itu, tetap saja melakukan pencekalan merupakan tindakan yang tidak demokratis dan menghalang-halangi kebebasan pers serta berpendapat sebagaimana kaidah-kaidah yang sekarang gencar dipublikasikan banyak pihak (termasuk media sendiri).
Tentang problem mereka terhadap sikap konsumen Gramedia dari kalangan Islam secara global, itu adalah resiko yang harus mereka tanggung akibat sikap mereka sendiri. Tidak semua orang duduk diam dengan semua bentuk kesemena-menaan yang dilakukan oleh sesuatu yang sudah memiliki nama besar seperti Gramedia.
Jika ini perang, maka perang apa yang dikobarkan oleh mereka ? jika ini masalah sensitivitas keagamaan, maka jauh sebelum buku Rekonstruksi Sejarah Isa al-Masih terbit, sudah ada lebih dulu The Choice, Da Vinci Code, Dinasti Yesus, Misquoting Yesus, Islam dihujat dan lain sebagainya yang semua buku-buku itu dipajang oleh mereka. Saya siap untuk duduk bersama membicarakan masalah ini jika itu yang mereka mau, tetapi email-email yang pernah saya kirim tidak ada yang dibalas. Bahkan “tantangan terbuka” saya untuk melakukan diskusi dengan pihak-pihak yang merasa keberatan dengan hadirnya buku itupun tidak ada yang menanggapi.
Adalah menjadi suatu kemajuan bila kemudian Gramedia akhirnya memutuskan untuk menerima buku tersebut dalam stock-list mereka. Pihak penerbit sendiri sampai sore ini masih belum dapat saya hubungi sehingga tdiak ada kejelasan yang saya peroleh.
Terimakasih pak Agus Rasidi …
Wassalamu’alaykum Wr. Wb.,
DIarsipkan di bawah: Telah Terbit
